
Pekerjaan papa sebagai pemilik traktor di mulai sejak papa mendapat penempatan bekerja di BMPT perusahaan milik negara yang berada di Tuntungan yang pada awalnya bergerak dalam usaha perkebunan Tembakau. Dahulu dikenal dengan sebutan Tembakau Deli, perusahaan tempat papa bekerja mengolah tanah dengan menggunakan mekanisasi (traktor), agar tanah siap di tanami tembakau. Namun karena suatu hal konflik faham di tubuh perusahaan milik pemerintah tersebut, perusahaan itu pun harus di bubarkan. Papa mendapat tawaran untuk pekerjaan pengganti menjadi tenaga penyuluh di Pertanian. Dengan tekad bulat, Papa lebih memilih menjadi wiraswasta dengan melelang dua unit traktor milik BMPT yang akan di tutup tersebut. Sejak saat itu papa menjadi pemilik dua traktor berwarna kuning yang siap mengolah tanah masyarakat yang ingin bercocok tanam di lahan kebunnya.



Merakit dan membangun traktor tersebut ternyata tidak sebentar, hampir mencapai 2 tahun baru kami mencoba untuk menghidupkannya. Dan masa-masa itu adalah masa paling pahit yang kami rasakan karena disatu sisi kami harus bertahan hidup sementara itu usaha membangun traktor harus berjalan terus agar tidak sia-sia dana yang sudah di keluarkan begitu kata mama. Masih terbayang makan hanya dengan ditemani sayur oblog-oblog, yaitu kelapa yang setengah tua trus di kukur dan dimasak dicampur dengan daun ubi. Hebatnya selama itu kami semua sehat-sehat dan tidak pernah kehilangan selera makan, semua menahan diri bertahan dalam kondisi berjuang demi traktor bapak dapat beroperasi. Hingga akhirnya traktor tersebut dapat beroperasi dengan normal dan kami pun dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan lebih baik.

Ada satu kisah sedih di hari tuanya saat mengoperasikan traktor tuanya. Seseorang memesan untuk mengolah tanahnya yang akan di tanami tanaman jagung, jadi ditunjukkanlah lahan yang akan di traktor dan lahan yang berbatasan dengan tanah orang lain. Mungkin karena sudah tua papa salah mengerti akhirnya lahan orang lain tersebut di traktor juga oleh papa. Malamnya papa cerita seperti itu kepada mama tetapi mama bukan menghibur malah mencibir, aduh kasiannya papa untung saja saya mendengar dan dengan lembut saya sampaikan ke papa agar merelakan saja tanah orang lain yang sudah dioleh.
Sekali lagi dimasa tuanya papa dan mama menjual sebagian tanah yang ada, namun bukan untuk membeli traktor lagi tapi kata mereka bekal hari tua mereka, puji Tuhan di Usia senja mereka, cita-cita melakukan perjalanan rohani dapat dikabulkan Tuhan Yang Maha Pemurah. Tanggal 19 Oktober 2014 papa dan mama berangkat mengikuti perjalanan wisata rohani ke Jerusalem dengan ditemani Kakak Mama Yudha. Hari ini saat kutuangkan perjalanan perjuangan papa diatas kertas kaca tertanggal 26 Oktober 2014 adalah hari kedelapan mereka di perjalan. Kami semua berdoa untuk perjalanan papa, mama dan kakak agar semuanya dalam lindungan Bapa Yang Maha Baik. Pulang dengan selamat, terdetak dalam hati betapa baiknya Tuhan Semesta Alam memberi umur yang panjang kepada Papa dan Mama. Bukan Cuma umur yang panjang tetapi juga diberi kesempatan untuk melakukan Ziarah Rohani ke Yerusalem. Sungguh terbuktilah firman Tuhan di dalam alkitab Amsal 36:16 Umur panjang ada ditangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
Semoga kami anak-anaknya dapat mengikuti teladan yang baik dari papa yaitu kejujurannya yang polos, papa juga sering di omelin sama mama karena kalau sudah punya uang suka memberi teman-temannya makan minum di warung ternyata ketika papa berbagi dengan orang sekelilingnya ada tantangan juga dari mama. Ketika papa usia 74 tahun pernah masuk rumah sakit hingga satu minggu, ternyata penyakitnya mungkin sudah berat dan dokter menyampaikan pesannya yaitu “ Bapak boleh pilih mematikan rokok atau dimatikan rokok?” mungkin sadar akan penyakit yang disebabkan rokok dan dengan semangat hidup yang tinggi papa dapat menghentikan kebiasaan merokoknya. Papa punya 6 orang anak anak perempuan dan papa menjaganya dengan sungguh-sungguh ini terbukti semua anak perempuannya disunting oleh anak perantauan artinya dari tempat yang jauh, kecuali terhadap siampudan boru, papa memang sudah tidak segalak dulu lagi terhadap anak perempuannya, mungkin sudah lelah.
Papa adalah soko guru yang terkadang tertutup oleh sikapnya yang rendah hati dan tidak suka menonjolkan diri, tetapi tidak mau di rendahkan. Sedangkan mama juga rendah hati namun selalu ingin menonjolkan diri dan argumen-argumennya selalu menjadi yang paling benar. Jadi dua pribadi yang sedikit bertolak belakang. Dihari tuanya memang papa dan mama masih sering terlibat adu pendapat dengan keras tetapi itu mungkin sudah menjadi watak yang tidak bisa lagi di ubah, tinggal bagaimana anak-anaknya dapat membantu menyejukkan suasana. Bukankah tidak ada manusia yang sempurna di Dunia ini?. Sesungguhnya Kesempurnaan itu hanya milik Allah, dan kita menjadi sempurna ketika kita menerima ketidak sempurnaan saudara-saudara kita, adik, kakak, istri, suami, handai tolan dan semua sahabat kita, percayalah. Kiranya Tuhan selalu memberkati Papa, mama dan kami anak-anaknya juga Amin.
Contoh Tutorial Membuat Komentar
ReplyDelete